Celana chino adalah celana berbahan twill, 100% katun. Asal kata chino sendiri adalah berasal dari kata chinese, karena pada awalnya celana ini berbahan twill yang diproduksi di china. Awal penggunakan celana chino adalah pakaian militer abad ke 19. Hingga pada akhirnya kepopulerannya mulai muncul paska perang dimana bekas prajurit menggunakan celana tersebut di keseharian mereka.
Nama chino sendiri dipercaya berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "Cina" atau "Orang Cina." Istilah chino sering kali disamakan dengan "khakis" ketika dipakai untuk mendeskripsikan celana. Istilah "chino" sendiri diasosiasikan dengan asal bahan celana (katun) ini berasal, pada masa itu bahan yang digunakan untuk membuat celana ini diimpor dari Cina. Istilah "khakis" sebenarnya lebih dulu populer dibandingkan "chino", khakis sendiri berasal dari Bahasa Hindi yang berarti "debu", yang mana saat itu celana chino umunya berwarna cokelat muda seperti debu.
Model
Celana chino memiliki model celana trouser, biasanya disebut dengan celana sebutan celana kerja, formal, atau bahan. Memiliki kantong dalam pada bagian belakang, juga kantong model samping tanpa tempat koin. Biasanya memiliki potongan berupa lurus dan baggy, namun dewasa ini celana chino banyak dimodifikasi hingga menyerupai celana jeans.
Budaya Pop
Celana chino memiliki beberapa pergeseran budaya, dari awalnya dipakai pada acara kemiliteran, lalu beralih masuk ke masyarakat hingga dipakai dalam keseharian yang terahir merambah ke budaya pop anak muda. Banyak artis, aktor, musisi menggunakan celana chino dalam daftar wardrobe tampil mereka. Hingga pada akhirnya celana chino lebih populer dewasa ini sebagai trend daripada fungsi kesehariannya.
Sejarah
Sejarah chino awalnya dirancang untuk keperluan militer pun bahannya dibuat sesimple mungkin, dapat digunakan di medan yang keras dan juga nyaman digunakan untuk para tentara. Warna khaki pada chino berfungsi untuk menyamarkan mereka di medan perang. Hingga akhirnya pada sekarang ini orang masih sulit membedakan antara chino adalah nama bahan dan khaki adalah nama warna. Tentara inggris dan Amerika akhirnya menjadikan celana chino standard pakaian perang mereka pada pertengahan tahun 1800an. (Wikipedia)
Celana chino awalnya digunakan sebagai seragam militer Inggris yang kemudian digunakan juga oleh militer Amerika Serikat. Sebagai seragam militer awalnya celana ini dirancang dengan desain yang sederhana, tanpa lipatan, desain celana mengerucut dan lurus di bagian pinggang. Chino juga memiliki bahan yang tahan lama, ringan dan nyaman, cocok untuk dipakai dalam kondisi hangat, sehingga nyaman digunakan di medan perang.
Khakis meraih popularitasnya di Inggris pada pertengahan abad ke-19, warna ini awalnya dirancang untuk menyatu (kamuflase) dengan lanskap India, selama masa pendudukan Inggris di negara Punjab itu. Pada akhir abad ke-19, Tentara Amerika mulai mengadopsi khakis sebagai seragam milileter mereka.
Istilah chinos sendiri populer belakangan, tepatnya setelah perang Spanyol-Amerka, dimana Amerika Serikat menduduki Filipina. Karena kebanyakan penduduk Filipina menggunakan Bahasa Spanyol, maka banyak istilah dalam bahasa Spanyol diserap ke dalam Bahasa inggris, termasuk chino. Celana militer Amerika tidak jauh berbeda dengan militer Inggris, dengan desain lurus yang sangat sederhana tanpa lipatan, dengan ritsleting dan sebuah kancing di bagian depan.
Baru pada awal abad ke-20 lah, publik Amerika mulai menggunakan chino, khususnya untuk menghadiri acara-acara semi-informal. Anak muda menggunakannya untuk pergi ke sekolah atau kuliah. Tahun 50-an menjadi puncak popularitas chino, setelah perang dunia dua saat itu jeans dianggap kurang pantas digunakan untuk pergi sekolah atau kuliah.
Popularitas chino, sebagai celana sehari-hari terus berkembang seiring zaman. Desain dan style celana ini juga mengalami banyak perubahan. Saat ini tersedia banyak variasi chino, mulai dari ukuran saku yang lebih besar, variasi lipatan di bagian depan, hingga ragam warna dan detail-detail lainnya. Bahkan, saat ini celana chino juga tersedia untuk para wanita.
by celana chino

Tidak ada komentar:
Posting Komentar